Penyebab Tekanan Darah Tinggi Naik

Saat ini penyakit darah tinggi merupakan penyakit yang diderita oleh banyak orang. Tekanan darah tinggi merupakan tekanan darah yang terjadi diatas batas normal. Lalu apa penyebab tekanan darah tinggi? Penyebab tekanan darah tinggi naik bisa disebabkan karena 3 hal.

Penyebab tekanan darah tinggi naik karena faktor genetik adalah :

  1. Gangguan fungsi barostat renal
  2. Sensitifitas terhadap ksonsumsi garam
  3. Abnormalitas transportasi natrium kalium
  4. Respon SSP (sistem saraf pusat) terhadap stimulasi psiko-sosial
  5. Gangguan metabolisme (glukosa, lipid, dan resistensi insulin)

Penyebab tekanan darah tinggi naik karena faktor lingkungan adalah :

  1. Faktor psikososial : kebiasaan hidup, pekerjaan, stress mental, aktivitas fisik, status sosial ekonomi, keturunan, kegemukan, dan konsumsi minuman keras.
  2. Faktor mengonsumsi garam
  3. Penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon, termasuk beberapa obat antiradang (anti inflamasi) secara terus menerus atua sering dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Merokok juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya tekanan darah tinggi dikarenakan tembakau yang berisi nikotin. Minuman yang mengandung akohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi. Stop menjadi alkoholoic.

Penyebab tekanan darah tinggi naik karena adaptasi struktural jantuung serta pembuluh darah :

  1. Pada jantung : terjadinya hypertropi dan hyperplasia miosit
  2. Pada pembuluh darah : terjadi vaskular hypertropi

Tanda dan gejala yang ditunjukkan dari penyakit tekanan darah tinggi naik adalah :

  1. Penglihatan kabur karena kerusakan retina
  2. Nyeri pada kepala
  3. Mual dan muntah akibat meningkatnya tekanan intra kranial
  4. Edema dependent
  5. Adanya pembengkakan karena meningkatkan tekanan kapiler

Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan untuk memeriksakan penyakit darah tinggi adalah :

  1. EKG (elektro kardiograf atau rekam jantung)
  2. Pemeriksan darah kimia (kreatinin, BUN)
  3. Radiograf dada

Faktor resiko yang bisa mengidap penyakit tekanan darah tinggi adalah :

  1. Stroke
  2. Serangan jantung
  3. Gagal ginjal
  4. Keutaan
  5. Payah jantung.
Posted in Penyebab Darah Tinggi | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala Sakit Darah Tinggi

Hipertensi sering disebut pembunuh diam-diam (silent killer) karena penderitanya sering memiliki keluhan. Banyak orang yang dinyatakan menderita tekanan darah tinggi namun tidak merasakan tanda atau gejala. Ada orang yang tidak pernah menyadari tekanan darahnya 200/130 mmHg. Sementara pada orang tertentu, tekanan darah 140/90 sudah membuat penderita mengeluh sakit kepala atau tengkuk kaku.

Keluhan sakit kepala memang kerap dipakai untuk menandai adanya hipertensi. Tetapi gejala ini tidak akurat. Sebuah penelitian mengungkap, tidak ada hubungan antara sakit kepala dan meningkatnya tekanan darah. Sakit kepala saja tidak menandakan adanya hipertensi. Untuk memastikan hipertensi, seseorang perlu melakukan pemeriksaan fisik secara rutin.

Tanda dan gejala yang sering dikaitkan dengan hipertensi :

- Pusing, migrain (sakit kepala sebelah), sakit kepala seluruhnya, kepala berdenyut seperti ditusuk-tusuk, melayang, vertigo

- Kaki bengkak

- Mual dan muntah

- Pelupa

- Pandangan mata kabur bahkan bisa sampai buta

- Komplikasi berat seperti sesak nafas hebat, gagal jantung, pingsan akibat stroke

Definisi dan Klasifikasi Hipertensi

Tubuh memiliki sistem yang kompleks untuk mengatur tekanan darah agar pembuluh darah arteri tidak memiliki tekanan yang berlebihan. Tetapi ada beberapa hal yang menyebabkan tekanan dalam pembuluh darah meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai hipertensi apabila tekanan darah yang melewati dinding pembuluh darah meningkat secara menetap dan berlanjut. Bukan karena seseorang memiliki sifat pemarah sehingga disebut menderita hipertensi. Penyakit tekanan darah tinggi bisa saja dialami oleh orang yang santai dan tenang.

Hipertensi baru bisa diketahui dari hasil pengukuran tekanan darah. Tekanan darah dinyatakan dalam dua angka, yaitu sistolik dan diastolik. Angka sistolik (atas) menggambarkan tekanan dalam pembuluh darah arteri saat jantung berkontraksi dan memompa darah ke dalam aorta, sedangkan angka diastolik (bawah) menunjukkan tekanan dalam pembuluh darah saat jantung istirahat di antara dua denyutan dan terisi darah. Pencatatan hasil pengukuran tekanan darah angka sistolik di atas angka diastolik. Tekanan darah normal bila angka sistolik kurang dari 120 mmHg dan angka diastolik di bawah 80 mmHg.

Hipertensi di klasifikasikan dalam beberapa kategori. World Health Organization (1991-1999) mengklasifikasikan hipertensi menjadi 3 kelompok yakni hipertensi ringan, hipertensi sedang, dan hipertensi berat. Karena ketiga kelompok tersebut memiliki resiko komplikasi sama besar, maka kategori WHO tidak lagi digunakan. Panduan terbaru tentang hipertensi didasarkan pada kriteria Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment 6 (JNC 6).


JNC mengeluarkan klasifikasi terbaru – JNC 7 – yang saat ini digunakan di Amerika Serikat. Kategorinya lebih dipersempit dan dimasukkan satu kategori baru, yaitu prehipertensi. Tekanan darah dengan sistolik 120-139 mmHg dan diastolik 80-89 mmHg digolongkan prehipertensi. Seseorang yang masuk dalam kategori ini belum termasuk hipertensi. Klasifikasi ini menunjukkan seseorang beresiko tinggi menjadi penderita hipertensi. Prehipertensi merupakan peringatan agar calon penderita hipertensi segera mengubah gaya hidup agar tekanan darah menurun sehingga perkembangan penyakit bisa dicegah atau diperlambat.

Posted in Penyebab Darah Tinggi | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyebab Sakit Darah Tinggi

Bayi berumur beberapa bulan memiliki tekanan darah sekitar 100/65 mmHg. Seiring dengan bertambahnya usia, tekanan darahnya juga meningkat. Ketika dewasa, batas tekanan darah normal adalah 119/79 mmHg atau lebih rendah. Namun ada beberapa penyebab yang membuat tekanan darah berada di atas 140/90 mmHg atau kondisi hipertensi

Penyebab Hipertensi

1. Gaya Hidup Modern

Kerja keras penuh tekanan yang mendominasi gaya hidup masa kini menyebabkan stres berkepanjangan. Kondisi ini memicu berbagai penyakit seperti sakit kepala, sulit tidur, maag, jantung dan hipertensi. Saat seseorang merasa tertekan, tubuhnya melepaskan adrenalin dan kortisol, sehingga mengakibatkan tekanan darahnya meningkat. Tubuh menjadi lebih siaga menghadapi bahaya. Bila kondisi ini berlarut-larut, tekanan darahnya akan tetap tinggi. Gaya hidup modern cenderung membuat berkurangnya aktivitas fisik (olahraga), konsumsi alkohol tinggi, minum kopi dan merokok. Semua perilaku tersebut merupakan pemicu naiknya tekanan darah.

2. Pola Makan Tidak Sehat

Tubuh membutuhkan natrium untuk menjaga keseimbangan cairan dan mengatur tekanan darah. Tetapi bila asupannya berlebihan, tekanan darah akan meningkat akibat adanya retensi cairan dan bertambahnya volume darah. Kelebihan natrium diakibatkan dari kebiasaan menyantap makanan instan yang telah mengantikan bahan makanan segar.

Gaya hidup serba cepat menuntut segala sesuatu nya serba instan, termasuk konsumsi makanan. Padahal makanan instan cenderung menggunakan zat pengawet seperti natrium benzoat dan penyedap rasa seperti monosodium glutamat (MSG).

Jenis makanan tersebut mengandung natrium cukup tinggi. Bila makanan instan di konsumsi terus-menerus tubuh menjadi kelebihan natrium

3. Obesitas

Saat asupan natrium berlebih, tubuh sebenarnya bisa membuangnya melalui air seni. Tetapi proses ini bisa terhambat, karena kurang minum air putih, berat badan berlebihan, kurang gerak atau ada keturunan hipertensi atau diabetes. Berat badan yang berlebih membuat aktivitas fisik jadi berkurang. Akibatnya, jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Untuk mengetahui apakah seseorang memiliki berat badan berlebih atau tidak dengan menghitung IMT (Indeks Massa Tubuh). Rumusnya sebagai berikut :

IMT = berat (kg) / tinggi badanĀ² (mĀ²)

Posted in Penyebab Darah Tinggi | Tagged , , , , , | Leave a comment

Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi berarti ada tekanan tinggi di dalam pembuluh darah arteri. Arteri merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari jantung menuju ke seluruh jaringan dan organ tubuh. Jadi, darah tinggi bukanlah tekanan emosi yang berlebihan meskipun kondisi ini bisa memicu kenaikan darah.

Tekanan darah dikatakan normal pada angka 120/80 mmHg. Tekanan darah antara 120/mmHg dan 139/89 mmHg diebut prehipertensi. Lebih dari 140/90 mmHg sudah tergolong hipertensi. Dengan menggunakan alat yang bernama tensimeter, bisa diketahui seberapa besar tinggi atau rendahnya tekanan darah. Angka sistolik (atas) menunjukkan tekanan dalam pembuluh darah saat jantung kontraksi dan memompa darah menuju arteri. Angka diastolik (bawah) menunjukkan tekanan dalam pembuluh darah saat jantung beristirahat.


WHO menggolongkan hipertensi berdasarkan usia, penggolongannya adalah :

1. Kelompok usia 20-29 tahun, tekanan darah > 150/90 mmHg

2. Kelompok usia 30-64 tahun, tekanan darah > 160/95 mmHg

3. Kelompok usia > 65 tahun, tekanan darah > 170//95 mmHg

Awalnya peningkatan diastolik dianggap faktor resiko yang lebih penting daripada sistolik. Namun anggapan tersebut kemudian terbantahkan. Pada usia lebih dari 50 tahun, peningkatan angka sistolik menggambarkan resiko yang lebih besar. Satu-satunya cara mengetahui ada tidaknya hipertensi dengan mengukur tekanan darah. Sebab, hipertensi tidak memiliki gejala-gejala yang dapat dilihat secara kasat mata.

Data Joint National Committee on Prevention Detection, Evaluation and Treatment on High Blood Pressure 7 mengungkap, penderita hipertensi di seluruh dunia mendekati angka 1 miliar. Artinya, 1 dari 4 orang dewasa menderita tekanan darah tinggi. Lebih dari separuh atau sekitar 600 juta pnderita, tersebar di negara berkembang, termasuk Indonesia. Angka ini menunjukkan hipertensi bukan hanya masalah negara-negara maju.

Ancaman hipertensi tidak boleh dibiarkan begitu saja. Tekanan darah tinggi sangat berbahaya dan menakutkan, karena memiliki banyak komplikasi apabila tidak dikontrol. Pada kenyataannya, banyak hipertensi yang tidak diobati. Data WHO menyebutkan, dari setengah penderita hipertensi yang diketahui hanya seperempatnya (25%) yang mendapat pengobatan. Sementara hipertensi yang diobati dengan baik hanya 12,5%. Padahal, hipertensi menyebabkan rusaknya organ-organ tubuh seperti ginjal, jantung, hati, mata hinga kelumpuhan organ-organ gerak.

Pengendalian hipertensi sampai sekarang dirasa belum memuaskan, bahkan di negara-negara maju. Sebelum mencapai tahap memuaskan, penderita (individu atau masyarakat) diharapkan sebisa mungkin melakukan upaya mandiri, yaitu dengan mengurangi atau menghilangkan faktor resiko yang bisa dikendalikan atau diubah seperti :

- Berat badan
- Pola hidup sehat
- Tidak merokok dan minum alkohol
- Melakukan aktivitas fisik
- Pola makan rendah natrium dan rendah lemak

Dengan demikian, perkembangan hipertensi bisa diperlambat, bahkan dihentikan, sehingga tidak timbul komplikasi.

Posted in Penyebab Darah Tinggi | Tagged , , , , , | Leave a comment