Gejala Sakit Darah Tinggi

Hipertensi sering disebut pembunuh diam-diam (silent killer) karena penderitanya sering memiliki keluhan. Banyak orang yang dinyatakan menderita tekanan darah tinggi namun tidak merasakan tanda atau gejala. Ada orang yang tidak pernah menyadari tekanan darahnya 200/130 mmHg. Sementara pada orang tertentu, tekanan darah 140/90 sudah membuat penderita mengeluh sakit kepala atau tengkuk kaku.

Keluhan sakit kepala memang kerap dipakai untuk menandai adanya hipertensi. Tetapi gejala ini tidak akurat. Sebuah penelitian mengungkap, tidak ada hubungan antara sakit kepala dan meningkatnya tekanan darah. Sakit kepala saja tidak menandakan adanya hipertensi. Untuk memastikan hipertensi, seseorang perlu melakukan pemeriksaan fisik secara rutin.

Tanda dan gejala yang sering dikaitkan dengan hipertensi :

– Pusing, migrain (sakit kepala sebelah), sakit kepala seluruhnya, kepala berdenyut seperti ditusuk-tusuk, melayang, vertigo

– Kaki bengkak

– Mual dan muntah

– Pelupa

– Pandangan mata kabur bahkan bisa sampai buta

– Komplikasi berat seperti sesak nafas hebat, gagal jantung, pingsan akibat stroke

Definisi dan Klasifikasi Hipertensi

Tubuh memiliki sistem yang kompleks untuk mengatur tekanan darah agar pembuluh darah arteri tidak memiliki tekanan yang berlebihan. Tetapi ada beberapa hal yang menyebabkan tekanan dalam pembuluh darah meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai hipertensi apabila tekanan darah yang melewati dinding pembuluh darah meningkat secara menetap dan berlanjut. Bukan karena seseorang memiliki sifat pemarah sehingga disebut menderita hipertensi. Penyakit tekanan darah tinggi bisa saja dialami oleh orang yang santai dan tenang.

Hipertensi baru bisa diketahui dari hasil pengukuran tekanan darah. Tekanan darah dinyatakan dalam dua angka, yaitu sistolik dan diastolik. Angka sistolik (atas) menggambarkan tekanan dalam pembuluh darah arteri saat jantung berkontraksi dan memompa darah ke dalam aorta, sedangkan angka diastolik (bawah) menunjukkan tekanan dalam pembuluh darah saat jantung istirahat di antara dua denyutan dan terisi darah. Pencatatan hasil pengukuran tekanan darah angka sistolik di atas angka diastolik. Tekanan darah normal bila angka sistolik kurang dari 120 mmHg dan angka diastolik di bawah 80 mmHg.

Hipertensi di klasifikasikan dalam beberapa kategori. World Health Organization (1991-1999) mengklasifikasikan hipertensi menjadi 3 kelompok yakni hipertensi ringan, hipertensi sedang, dan hipertensi berat. Karena ketiga kelompok tersebut memiliki resiko komplikasi sama besar, maka kategori WHO tidak lagi digunakan. Panduan terbaru tentang hipertensi didasarkan pada kriteria Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment 6 (JNC 6).


JNC mengeluarkan klasifikasi terbaru – JNC 7 – yang saat ini digunakan di Amerika Serikat. Kategorinya lebih dipersempit dan dimasukkan satu kategori baru, yaitu prehipertensi. Tekanan darah dengan sistolik 120-139 mmHg dan diastolik 80-89 mmHg digolongkan prehipertensi. Seseorang yang masuk dalam kategori ini belum termasuk hipertensi. Klasifikasi ini menunjukkan seseorang beresiko tinggi menjadi penderita hipertensi. Prehipertensi merupakan peringatan agar calon penderita hipertensi segera mengubah gaya hidup agar tekanan darah menurun sehingga perkembangan penyakit bisa dicegah atau diperlambat.


=====================================

>>> Kapsul Cellery Membantu Mencegah, Mengatasi dan Mengobati Hipertensi (Darah Tinggi), Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyebab Darah Tinggi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *